
Narkoba ( singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukkan dalam tubuh manusia, baik secara oral/ diminum, dihirup, maupun disuntikkan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan ( adiksi) fisik dan psikologis.
Penyalahgunaan narkotika dan obat- obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini dikemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat- zat adiktif penghancur saraf. Sehingga pemuda tersebut tidak bisa berpikir jernih. Akibatnya, generasi penerus bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat- obatan terlarang. Sementara NAPZA merupakan singkatan dari narkotika, alkohol dan zat adiktif lainnya (obat- obatan terlarang berbahaya yang mengakibatkan seseorang ketergantungan terhadap obat- obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah NAPZA lebih luas lingkupnya.
Narkotika berasal dari 3 jenis tanaman, yaitu
- Candu
- Ganja
- Koka
Ketergantungan obat bisa diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengkonsumsi obat- obatan terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan. Apabila tidak melakukannya, dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh ( Yusuf, 2004: 34).
Narkotika dalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan ( Undang- undang No. 22 Tanhun 1997). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan ( Undang- undang No. 35 Tahun 2009) sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang- undang tersebut.
Yang termasuk jenis narkotika adalah :
Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja. Garam- garam dan turun- turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran- campuran dan sediaan- sediaan yang mengandung bahan tersebut diatas. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang- undang No. 5/ 1997). Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang- undang tersebut, namun setelah diundangkannya UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan kedalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang- Undang No. 5/ 1997.
Zat yang termasuk psikotropika antara lain :
Sedatin ( pil KB), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu- shabu, LSD ( Lycergic Syntetic Diethylamide), dan sebagainya.
Bahan adiktif berbahaya lainnya adalah bahan- bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti :
Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/ sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh : lem/ perekat, aceton, ether, dan sebagainya.
Jenis narkoba juga adalah termasuk ganja. Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung, karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.
Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan dibanyak tempat disalahgunakan.
Disejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Dibeberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh, daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan. Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakan dalam rumah kaca.
Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin langsung bekerja pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin anatara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan menyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat- zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk. Kata “morfin” berasal dari kata morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.
Kokain adalah senyawa sintetis yang memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.
Saat ini kokain masih digunakan sebagai anastetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung, dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.
Jenis Narkoba Menurut Efeknya
Dari efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga :
- Depresan, yaitu menekan sistem saraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah putaw.
- Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: kafein, kokain, aphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah shabu-shabu dan ekstasi.
- Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur- jamuran. Selain itu ada juga yang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja.
Penyalahgunaan narkoba disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah sebagai berikut :
- Kurangnya pengendalian diri
Orang yang coba- coba menyalahgunakan narkoba biasanya memiliki sedikit pengetahuan tentang narkoba, bahaya yang ditimbulkan, serta aturan hukum yang melarang penyalahgunaan narkoba.
- Konflik individu/ emosi yang belum stabil
Orang yang mengalami konflik akan mengalami frustasi. Bagi individu yang tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung menggunakan narkoba, karena berpikir keliru bahwa cemas yang ditimbullkan oleh konflik individu tersebut dapat dikurangi dengan mengkonsumsi narkoba.
- Terbiasa hidup senang/ mewah
Orang yang terbiasa hidup mewah kerap berupaya menghindari permasalahan yang lebih rumit. Biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian masalah secara instan, praktis, atau membutuhkan waktu yang singkat sehingga akan memilih cara-cara yang simple, yang dapat memberikan kesenangan melalui penyalahgunaan narkoba yang dapan memberikan rasa euphoria secara berlebihan.
- Lingkungan sosial
Motif ingin tahu, dimasa remaja, seseorang lazim mempunyai rasa ingin tahu, lalu setelah itu ingin mencobanya. Misalnya dengan mengenal narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau bahan berbahaya lainnya.
Adanya kesempatan, karena orang tua sibuk dengan kegiatannya masing- masing, mungkin juga karena kurangnya rasa kasih sayang dari keluarga ataupun karena akibat dari broken home.
Sarana dan prasarana, karena orang tua berlebihan memberikan fasilitas dan uang yang berlebihan, merupakan sebuah pemicu untuk menyalahgunakan uang tersebut untuk membeli narkotika untuk memuaskan rasa keingintahuan mereka.
- Kepribadian
Rendah diri, kerasaan rendah diri didalam pergaulan di masyarakat ataupun di lingkungan sekolah, kerja, dsb. Mereka mengatasi masalah tersebut dengan cara menyalahgunakan narkotika, psykotropika maupun minuman keras yang dilakukan untuk menutupi kekurangan mereka tersebut sehingga mereka memperoleh apa yang diinginkan seperti lebih aktif dan berani.
Emosional dan mental, pada masa- masa ini biasanya mereka ingin lepas dari segala aturan- aturan dari orang tua mereka. Dan akhirnya sebagai tempat pelarian, yaitu dengan menggunakan narkotika, psikotropika, dan minuman keras lainnya. Lemahnya mental seseorang akan lebih mudah dipengaruhi oleh perbuatan- perbuatan negatif yang akhirnya menjurus ke arah penggunaan narkotika, psikotropika, dan minuman keras lainnya.
Ada beberapa gejala- gejala bagi pengguna narkoba, tanda atau gejala kemungkinan adanya penyalahgunaan narkoba pada seseorang yang dapat dilihat dalam beberapa hal berikut.
Gejala fisik, antara lain:
Berat badan turun drastis , mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam- hitaman. Tangan penuh dengan bintik- bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit ditempat bekas suntikan.
Buang air besar dan buang air kecil kurang lancar. Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas. Emosi, antara lain sangat sensitif dan cepat merasa bosan. Bila ditegur atau dimarahi, meunjukan sikap membangkang, emosi naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya.
Nafsu makan tidak menentu, perilaku malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas- tugas rutinnya. Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga. Sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit, dan pulang tengah malam. Suka mencuri uang di rumah, sekolah, ataupun tempat pekerjaan, dan menggadaikan barang- barang berharga miliknya, banyak yang hilang, selalu kehabisan uang.
Waktu di rumah kerap dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang gelap, kamar mandi, dan tempat- tempat yang sepi lainnya.
Takut dengan air dan malas mandi. Apabila terkena air akan terasa sakit. Sering batuk- batuk dan pilek berkepanjangan. Sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan. Sering menguap, mengeluarkan keringat berlebihan, sering mimpi buruk, sering nyeri dikepala.
Tanda-tanda fisik penyalahgunaan narkoba
Kesehatan fisik dan penampilan diri menurun dan suhu badan tidak beraturan, jalan sempoyogan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif, nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat/ berhenti, mata dan hidung berair, menguap terus menerus, diare, rasa sakit diseluruh tubuh, takut air sehingga malas mandi, kejang, kesadaran menurun,penampilan tidak sehat, tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi tidak terawat dan keropos, terdapat bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik)
Tanda- tanda penyalahgunaan narkoba ketika di rumah
Membangkang terhadap teguran orang tua, tidak mau mempedulikan peraturan keluarga, mulai melupakan tanggung jawab rutin di rumah, malas mengurus diri, sering tertidur dan mudah marah, sering berbohong, banyak menghindar pertemuan dengan anggota keluarga lainnya karena takut ketahuan bahwa ia adalah pecandu, bersikap kasar terhadap anggota keluarga lainnya dibandingkan dengan sebelumnya, pola tidur berubah, menghabiskan uang tabungannya dan selalu kehabisan uang, sering mencuri uang dan barang- barang berharga di rumah, sering merongrong keluarganya untu minta uang dengan berbagai alasan, berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman- temannya, sering pulang lewat jam malam, dan menginap di rumah teman, sering pergi ke diskotik, mall, atau pesta. Bila ditanya, defensive atau penuh kebencian, sekali- kali dijumpai dalma keadaan mabuk.
Tanda- tanda penyalahgunaan narkoba ketika di sekolah
Prestasi belajar di sekolah tiba- tiba menurun mencolok, perhatian terhadap lingkungan tidak ada, sering kelihatan mengantuk di sekolah, sering keluar dari kelas pada waktu jam pelajaran dengan alasan ke kamar mandi, sering terlambat masuk ke kelas setelah jam istirahat, mudah tersinggung dan mudah marah di sekolah, sering berbohong, meninggalkan hobi-hobinya yang terdahulu (misalnya kegiatan ekstrakulikuler dan olahraga yang dahulu digemarinya), mengeluh karena menganggap keluarga di rumah tidak memberikan dirinya kebebasan, mulai sering berkumpul dengan anak- anak yang “tidak beres” di sekolah.
Adapun bahaya narkoba bagi remaja dan pelajar adalah sebagai berikut :
Penggunaan narkoba dapat menyebabkan efek negatif dan yag akan menyebabkan gangguan mental dan perilaku, sehingga mengakibatkan terganggunya sistem neuro- transmitter pada susunan saraf pusat di otak. Gangguan pada neuro- transmitter akan mengakibatkan terganggunya sistem kognitif (alam pikiran), afektif (alam perasaan, mood, atau emosi), psikomotor (perilaku), dan aspek sosial.
Berbagai upaya untuk mengatasi berkembangnya pecandu narkoba telah dilakukan, namun terbentur pada lemahnya hukum. Beberapa bukti lemahnya hukum terhadap narkoba adalah sangat ringan. Hukuman bagi pengedar dan pecandu, bahkan minuman beralkohol diatas 40% (minol 40%) banyak diberi kemudahan oleh pemerintah. Sebagai perbandingan, di Malaysia jika kedapatan pengedar atau pecandu membawa dadah 5gr keatas maka orang tersebut akan dihukum mati.
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak- anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak- anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut dimasa dewasa. Karena itulah bila masa anak- anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.
Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba- coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang- senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar- wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.
Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/ AIDS dikalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini alan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/ AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.
Penyalahgunaan narkotika dan obat- obatan terlarang di kalangan muda dewasa ini kian meningkat maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini dikemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat- zat adiktif penghancur saraf. Sehingga pemuda tersebut tidak bisa berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.
Di Indonesia, pecandu narkoba ini berkembangnya semakin pesat. Para pecandu nakoba itu pada umumnya berusia 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia belajar. Pada walnya, pelajar yang mengkonsumsi narkoba biasanya diawali perkenalannya dengan rokok.
Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar dikalagan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang- orang yang sudah menjadi pecandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, yaitu sebagai berikut :
Jangan pernah untuk mencoba- coba menggunakan narkotika, kecuali atas dasar pertimbangan medis atau dokter. Mengetahui akan berbagai macam dampak buruk narkoba. Memilih pergaulan yang baik dan jauhi pergaulan yang bisa mengantarkan kita pada penyalahgunaan narkotika. Memiliki kegiatan- kegiatan yang positif, berolahraga ataupun mengikuti kegiatan organisasi yang memberikan pengaruh positif kepada kita. Selalu ingatkan bahwasanya ancaman hukuman untuk penyalahgunaan narkoba, apalagi pengedar narkoba adalah Lembaga Permasyarakatan. Gunakan waktu dan tempat yang aman, jangan keluyuran malam- malam. Bersantailah dengan keluarga, berkaraoke, piknik, makan bersama, beres- beres bersama, nonton bersama keluarga. Bila mempunyai masalah maka carilah jalan keluar yang baik dan jangan jadikan narkoba sebagai jalan pelarian. Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba dikalangan remaja, sudah sharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalah hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak- anak kita.
Adapun upaya yang lebih konkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerjasama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin. Kemudaian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang.
Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak- gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di lingkungan sekolah. Yang tak kalah penting adalah pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.
Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak- anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun akhirnya mereka jalani.
Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada akan bahaya narkoba yang sewaktu- waktu dapat menjerat anak- anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut diatas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk meneruskan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.
Memberikan informasi dan pengetahuan yang benar dan jelas mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba ini kepada anak- anak muda kita sebelum anak- anak mengetahui dari teman- temannya yang bisa jadi memberikan pengerian yang salah atau malah sebaliknya.
Seharusnya pemberian informasi yang akurat dan jelas harus juga diberikan oleh sekolah- sekolah sebagai salah satu sub- kurikulum yang wajib diikuti oleh setiap anak. Informasi mengenai jenis- jenis narkoba, dampak bila menggunakannya. Dampak bagi organ tubuh kita serta dampak dari segi hukumnya bila tertangkap memiliki, menggunakan atau mengedarkan narkoba, penyakit yang dapat diderita sebagai akibat dari pemakaian narkoba.
Orang tua sealu tanggap lingkungan di rumah mereka sendiri, dimana anak- anak mereka tumbuh. Orang tua harus selalu sadar akan perubahan- perubahan kecil dari perilaku sang anak. Perubahan- perubahan masa puber dan peralihan anak menjadi remaja, tidak sama dengan perubahan seorang anak yang mulai terekspos pada narkoba, atau yang sudah terpengaruh akibat dampak kecanduan narkoba.
Orang tua juga perlu waspada dan mengetahui akan ciri tanda anak mulai menggunakan narkoba sehingga bisa secara lebih dini diobati dan direhabilitasi secepatnya.
Kita sebaiknya bekerjasama dengan lingkungan rumah kita seperti ketua RT, RW, dsb. Terutama dengan tetangga yang memiliki anak seusia atau yang lebih tua dari anak kita. Menjalin hubungan yang baik dengan para tetangga, selalu mendatangkan kenyamanan dan keamanan bagi kita.
Kita bisa membuat sistem pemantauan bersama tetangga lainnya yang juga melibatkan ketua RT untuk memantau keamanan umum dan memantau bila ada anak- anak di RT kita yang disinyalir menggunakan narkoba. Bila sistem yang dibangun para tetangga itu kuat, dijamin gejala- gejala penyalahgunaan narkoba di pemukiman kita akan terdeteksi dan dapat tertanggulangi dengan cepat dan baik.